Mengapa bermuram durja
Hanya karena cinta bertepuk sebelah tangan
Cinta tak hanya satu cinta
Lupakah engkau
Pada cinta Tuhan , Ayah , atau Ibu
Atau dengan cinta kakak atau adik
Bagaimana juga dengan cinta yang lain
Teman
Sahabat
Guru
Paman
Bibi
Kakek
Nenek
Ah….. kawan
Satu cinta yang kau kejar
Membuatmu lupa pada ratusan cinta yang lain
By : Anita Pesik
Kamis, 12 Maret 2009
Mimpi Tentang Cinta
Hentakkan tiupan angin
Getaran kilat yang menyambar langit
Membangunkan tidurmu
Yang bermimpi tentang cinta
Kau terbangun
Binggung
Hanya mimpi
Wajar
Memang hatimu tak ada cinta
Hanya kebencian
Buang egoismu di tong sampah
Karena ia layak ada di situ
By : Anita Pesik
Getaran kilat yang menyambar langit
Membangunkan tidurmu
Yang bermimpi tentang cinta
Kau terbangun
Binggung
Hanya mimpi
Wajar
Memang hatimu tak ada cinta
Hanya kebencian
Buang egoismu di tong sampah
Karena ia layak ada di situ
By : Anita Pesik
Cahaya Mata
Pandang mata ini
Masih merah dan sembab
Pengkhianatan cinta menghantam sinarnya
Menarik keluar kekuatan cahayanya
Cukup sudah
Aku tak ingin buta
Masih banyak keindahan dunia yang belum terlihat
Aku pun yakin
Suatu hari
Akan kutemukan cahaya mataku
Di salah satu pijakan bumi yang masih rahasia
By : Anita Pesik
Masih merah dan sembab
Pengkhianatan cinta menghantam sinarnya
Menarik keluar kekuatan cahayanya
Cukup sudah
Aku tak ingin buta
Masih banyak keindahan dunia yang belum terlihat
Aku pun yakin
Suatu hari
Akan kutemukan cahaya mataku
Di salah satu pijakan bumi yang masih rahasia
By : Anita Pesik
Tak Ada Lagi
Tak ada lagi senyum
Tak ada lagi riak canda
Tak ada lagi tingkah polos
Tak ada lagi bisikan mesra
Kau pergi membawa semuanya
Hanya satu yang tertinggal
Batu nisan yang berdiri tegak
Berukir namamu
By : Anita Pesik
Tak ada lagi riak canda
Tak ada lagi tingkah polos
Tak ada lagi bisikan mesra
Kau pergi membawa semuanya
Hanya satu yang tertinggal
Batu nisan yang berdiri tegak
Berukir namamu
By : Anita Pesik
Hilang
Cinta memanggil
Sepi menjawab
Damai yang dijanjikan
Hanyalah angan
Bagaimana menghadirkan kembali
Sedangkan ia sudah pergi jauh
By : Anita Pesik
Sepi menjawab
Damai yang dijanjikan
Hanyalah angan
Bagaimana menghadirkan kembali
Sedangkan ia sudah pergi jauh
By : Anita Pesik
Dimana Cinta ?
Di mana cinta
Aku tak tahu
Darimana ia datang dan kemana ia pergi
Aku tak tahu
Tapi kalau kau Tanya bagaimana cinta menyakiti
Lihat hati ini
Setiap hari ia menangis
Menguras telaga airmata
Ia meraung
Mencari sepenggal tubuhnya
Yang hilang
Entah kemana
By : Anita Pesik
Aku tak tahu
Darimana ia datang dan kemana ia pergi
Aku tak tahu
Tapi kalau kau Tanya bagaimana cinta menyakiti
Lihat hati ini
Setiap hari ia menangis
Menguras telaga airmata
Ia meraung
Mencari sepenggal tubuhnya
Yang hilang
Entah kemana
By : Anita Pesik
Sipir Cinta
Dalam diam hatiku bernyanyi
Dalam sepi melodi cinta mengalun
Kegersangan hati mengiringi
Kebekuan batin menjadi saksi
Sunyi mengurung bagai tahanan
Sipir cinta menyapa penuh kelembutan
Jiwa dan raga hanya terpana
Tak punya kekuatan untuk menghampiri
Biarlah waktu yang menentukan
Kapan kubebas dan tersenyum padamu
Wahai sipir cinta…
By : Anita Pesik
Dalam sepi melodi cinta mengalun
Kegersangan hati mengiringi
Kebekuan batin menjadi saksi
Sunyi mengurung bagai tahanan
Sipir cinta menyapa penuh kelembutan
Jiwa dan raga hanya terpana
Tak punya kekuatan untuk menghampiri
Biarlah waktu yang menentukan
Kapan kubebas dan tersenyum padamu
Wahai sipir cinta…
By : Anita Pesik
Penantian Cinta
Sekian lama kuarungi samudra cinta
Mengapa yang ada hanya gelombang kehampaan
Apakah harus kudaki puncak himalaya?
Cinta seperti tak mengenalku
Airmata harapan dianggapnya lelucon
Kalau saja kumenjadi burung yang terbang bebas
Jangankan himalaya
Langit pun akan kucakar
Kalau memang disanalah cinta bersemayam
By : Anita Pesik
Mengapa yang ada hanya gelombang kehampaan
Apakah harus kudaki puncak himalaya?
Cinta seperti tak mengenalku
Airmata harapan dianggapnya lelucon
Kalau saja kumenjadi burung yang terbang bebas
Jangankan himalaya
Langit pun akan kucakar
Kalau memang disanalah cinta bersemayam
By : Anita Pesik
Mawar Merah
Sekuntum mawar merah
Mengeraikan pesona keindahan
Dari kejauhan seribu cinta tersenyum mengoda
Mencoba mendekat dengan sejuta rayuan
Mereka yang nekad justru tertusuk durimu
Kau tertawa geli
Ah… Mawar merah kau sungguh aneh
By : Anita Pesik
Mengeraikan pesona keindahan
Dari kejauhan seribu cinta tersenyum mengoda
Mencoba mendekat dengan sejuta rayuan
Mereka yang nekad justru tertusuk durimu
Kau tertawa geli
Ah… Mawar merah kau sungguh aneh
By : Anita Pesik
Bunga Cinta
Kumbang bisikan perasaan hati
Menari nari ia di dekat telingamu
Bunga bunga cinta bermekaran
Taman hati harum semerbak
Dimana kau wahai pujaan hati
Tidakkah kau cium bau wangi bunga cintaku
By : Anita Pesik
Menari nari ia di dekat telingamu
Bunga bunga cinta bermekaran
Taman hati harum semerbak
Dimana kau wahai pujaan hati
Tidakkah kau cium bau wangi bunga cintaku
By : Anita Pesik
Sadar
Kejujuran menampar pendirian
Bahwa dalam cinta tak ada kata paksaan
Biarlah hati menyadari kesalahannya
Bahwa cinta tak harus saling memiliki
By : Anita P esik
Bahwa dalam cinta tak ada kata paksaan
Biarlah hati menyadari kesalahannya
Bahwa cinta tak harus saling memiliki
By : Anita P esik
Benci Dan Cinta
Rasa benci dan cinta bersanding damai
Bersatu merongrong batin tanpa ampun
Tidak ada yang perlu disesali
Tidak ada yang perlu ditangisi
Tapi dengarlah kata hati
Rasa cinta masih terlampau besar
Batin tergolek binggung
Tonggak pendirian tak kuat menahan beban
Kenyataan menorehkan tanda tanya
Apakah benar rasa cinta dan benci hanya beda tipis
By : Anita Pesik
Bersatu merongrong batin tanpa ampun
Tidak ada yang perlu disesali
Tidak ada yang perlu ditangisi
Tapi dengarlah kata hati
Rasa cinta masih terlampau besar
Batin tergolek binggung
Tonggak pendirian tak kuat menahan beban
Kenyataan menorehkan tanda tanya
Apakah benar rasa cinta dan benci hanya beda tipis
By : Anita Pesik
Kerinduan
Salam bagimu wahai kekasih jiwa
Kerinduan begitu ganas mengelora di hati
Tak tahu harus berbuat apa
Ketika kusadari kau jauh di seberang sana
Kuingin menyapamu malam ini
Memberi kecupan mesra sebelum kau tidur
Tapi jarak tertawa mengejek
Meragukan kesetiaan cinta yang kita ikrarkan bersama
Lautan dan pulau berbaris bercerita
Bahwa mereka penghalang cinta yang tangguh
Hanya doa yang sanggup mengusir
Serta iman yang menyakinkan batin
Bahwa di sanapun kau pasti merindukanku
By : Anita Pesik
Kerinduan begitu ganas mengelora di hati
Tak tahu harus berbuat apa
Ketika kusadari kau jauh di seberang sana
Kuingin menyapamu malam ini
Memberi kecupan mesra sebelum kau tidur
Tapi jarak tertawa mengejek
Meragukan kesetiaan cinta yang kita ikrarkan bersama
Lautan dan pulau berbaris bercerita
Bahwa mereka penghalang cinta yang tangguh
Hanya doa yang sanggup mengusir
Serta iman yang menyakinkan batin
Bahwa di sanapun kau pasti merindukanku
By : Anita Pesik
Ijinkan
Biar kuhentikan tangismu
Biar kuhilangkan jejak jalan dukamu
Di tanganku ada benih kebahagiaan
Yang siap kutabur di ladang hatimu
Mengapa kau simpan senyummu
Biarkan ia bebas dengan pesonanya
Tawamu ingin berlayar jauh
Mengarungi samudera menantang badai kehidupan
Ijinkan langkahmu mengembara
Menginjakkan tapaknya di tanah sukacita
Di sana ada bunga kegembiraan
Yang siap dipetik dan pulang bersamamu
By : Anita Pesik
Biar kuhilangkan jejak jalan dukamu
Di tanganku ada benih kebahagiaan
Yang siap kutabur di ladang hatimu
Mengapa kau simpan senyummu
Biarkan ia bebas dengan pesonanya
Tawamu ingin berlayar jauh
Mengarungi samudera menantang badai kehidupan
Ijinkan langkahmu mengembara
Menginjakkan tapaknya di tanah sukacita
Di sana ada bunga kegembiraan
Yang siap dipetik dan pulang bersamamu
By : Anita Pesik
Pertemuan Pertama
Detik ini pertemuan pertama
Membawa bibirmu bersenandung lagu cinta
Cinta bukan pandangan dari rupa wajah
Nilai cinta bukan dari harta dan kedudukan
Jadikan pertemuan ini perkenalan indah
Yang akan terajut menjadi tali persahabatan
Cinta penuh pertanyaan dan misteri
Sulit ditebak dan dipahami
Tak ada yang tahu tentang cinta hari ini
Tapi mungkin hari esok
Ia menyapa hati
Dengan tiba tiba
By : Anita Pesik
Membawa bibirmu bersenandung lagu cinta
Cinta bukan pandangan dari rupa wajah
Nilai cinta bukan dari harta dan kedudukan
Jadikan pertemuan ini perkenalan indah
Yang akan terajut menjadi tali persahabatan
Cinta penuh pertanyaan dan misteri
Sulit ditebak dan dipahami
Tak ada yang tahu tentang cinta hari ini
Tapi mungkin hari esok
Ia menyapa hati
Dengan tiba tiba
By : Anita Pesik
Langganan:
Postingan (Atom)



