Hari demi hari terajut indah
Setiap detik hanya bayangan wajahnya
Mimpi dipenuhi khayalan romantis
Menunggu pagi berharap mengurai kenyataan
Ketika pertemuan di depan mata
Detak jantung berlomba saling mengejar
Mata menahan rasa malu
Bibir basa basi tak tentu arah
Senyumnya semakin liar
Menghancurkan benteng keberanian yang susah payah dibangun
Kata cinta di hati memberontak ganas
Terkurung dalam suara yang tak sanggup untuk bicara
By : Anita Pesik
Kamis, 12 Maret 2009
Bunga Duka
Dirimu kubungkus dengan kain cinta suci
Kuletakkan di atas pundak kesetiaan dan kepercayaan
Setiap hari kusuguhkan manisnya madu kasih sayang
Kuhidangkan damai dan santapan sukacita
Tapi mengapa kau jerumuskan aku dalam Lumpur airmata
Kau sirami hati dengan bunga duka
Sayap malam mendekap kesepianku
Bintang dan bulan enggan bersinar terangi jiwa rapuh
Setitik cinta yang kuharapkan
Setumpuk duka yang kau semaikan
Di atas duri penyesalan aku berdiri sempurna
Memandang darah amarah yang mengalir mengikuti jejakmu
By : Anita Pesik
Kuletakkan di atas pundak kesetiaan dan kepercayaan
Setiap hari kusuguhkan manisnya madu kasih sayang
Kuhidangkan damai dan santapan sukacita
Tapi mengapa kau jerumuskan aku dalam Lumpur airmata
Kau sirami hati dengan bunga duka
Sayap malam mendekap kesepianku
Bintang dan bulan enggan bersinar terangi jiwa rapuh
Setitik cinta yang kuharapkan
Setumpuk duka yang kau semaikan
Di atas duri penyesalan aku berdiri sempurna
Memandang darah amarah yang mengalir mengikuti jejakmu
By : Anita Pesik
Pilihan Hati
Cinta…
Telah menjadi puing puing duka
Menangis
Merana
Kehilangan harapan
Pilihan hatimu sudah tetapkan tujuan
Memilih dia sahabat karibku
Tatapan mata mencoba menjelaskan
Hati pun bercerita
Tak kuasa jua membela perasaan ini
Ketika kutanya pintu ketegaran
Mampukah kau terbuka lebar menerima kenyataan
Ia tersenyum getir
Akan kucoba…
By : Anita Pesik
Telah menjadi puing puing duka
Menangis
Merana
Kehilangan harapan
Pilihan hatimu sudah tetapkan tujuan
Memilih dia sahabat karibku
Tatapan mata mencoba menjelaskan
Hati pun bercerita
Tak kuasa jua membela perasaan ini
Ketika kutanya pintu ketegaran
Mampukah kau terbuka lebar menerima kenyataan
Ia tersenyum getir
Akan kucoba…
By : Anita Pesik
Pilihan Hati
Cinta…
Telah menjadi puing puing duka
Menangis
Merana
Kehilangan harapan
Pilihan hatimu sudah tetapkan tujuan
Memilih dia sahabat karibku
Tatapan mata mencoba menjelaskan
Hati pun bercerita
Tak kuasa jua membela perasaan ini
Ketika kutanya pintu ketegaran
Mampukah kau terbuka lebar menerima kenyataan
Ia tersenyum getir
Akan kucoba…
By : Anita Pesik
Telah menjadi puing puing duka
Menangis
Merana
Kehilangan harapan
Pilihan hatimu sudah tetapkan tujuan
Memilih dia sahabat karibku
Tatapan mata mencoba menjelaskan
Hati pun bercerita
Tak kuasa jua membela perasaan ini
Ketika kutanya pintu ketegaran
Mampukah kau terbuka lebar menerima kenyataan
Ia tersenyum getir
Akan kucoba…
By : Anita Pesik
Pusara Kesedihan
Dirimu
Cintamu
Sudah ada yang mengikatnya
Kau lepaskan dan tampil dengan sejuta pesona
Menaburkan benih cinta di ladang hati yang kosong
Ketika bersemi
Hama kenyataan mulai mengigit
Merampas
Membelenggu sampai ke akar
Kepada telaga airmata ia merangkak
Akhirnya mati dan terkubur
Diatas pusara kesedihan
Tertulis dengan jelas nama hatiku..
By : Anita Pesik
Cintamu
Sudah ada yang mengikatnya
Kau lepaskan dan tampil dengan sejuta pesona
Menaburkan benih cinta di ladang hati yang kosong
Ketika bersemi
Hama kenyataan mulai mengigit
Merampas
Membelenggu sampai ke akar
Kepada telaga airmata ia merangkak
Akhirnya mati dan terkubur
Diatas pusara kesedihan
Tertulis dengan jelas nama hatiku..
By : Anita Pesik
Dimanakah Cinta Sejati ?
Langkah sudah jauh
Keyakinan terkulai lemas
Doa sudah bosan
Impian sudah terlelap
Cinta sejati tak kunjung datang
Bersembunyi entah dilangit ketujuh
Jangankan bulan dan bintang
Matahari pun tak tahu menahu
Raga kosong terus mengitari bumi
Sampai ia tak kuat melanjutkan lagi
Airmata sudah kering
Tangisan sudah lelah
Tak bertemu jua..
Selangkah lagi
Jiwa ini melayang
Bila hanya menanggung derita
Mengapa harus bertahan ..?
By : Anita Pesik
Keyakinan terkulai lemas
Doa sudah bosan
Impian sudah terlelap
Cinta sejati tak kunjung datang
Bersembunyi entah dilangit ketujuh
Jangankan bulan dan bintang
Matahari pun tak tahu menahu
Raga kosong terus mengitari bumi
Sampai ia tak kuat melanjutkan lagi
Airmata sudah kering
Tangisan sudah lelah
Tak bertemu jua..
Selangkah lagi
Jiwa ini melayang
Bila hanya menanggung derita
Mengapa harus bertahan ..?
By : Anita Pesik
Bayang Bayang
Larut malam
Membawa pikiran kepadamu
Dalam rindu aku mengadu
Akan sepi yang terus melanda
Bayang bayangmu
Lalu lalang tak tahu malu
Layaknya tamu tanpa diundang
Bantal menarikku dalam dekapannya
Selimut membungkus membujuk tidurku
Tak berdaya mereka
Bayanganmu mengalahkannya
Kau rebut aku
Kau siksa aku
Hingga malam menatap usang
Sedih karena satu pribadi tak peduli padanya
By : Anita Pesik
Membawa pikiran kepadamu
Dalam rindu aku mengadu
Akan sepi yang terus melanda
Bayang bayangmu
Lalu lalang tak tahu malu
Layaknya tamu tanpa diundang
Bantal menarikku dalam dekapannya
Selimut membungkus membujuk tidurku
Tak berdaya mereka
Bayanganmu mengalahkannya
Kau rebut aku
Kau siksa aku
Hingga malam menatap usang
Sedih karena satu pribadi tak peduli padanya
By : Anita Pesik
PENYESALAN
Mimpi mimpi masa depan
Terbang di bawah awan kelabu
Sinar cinta ….
Sudah tak sanggup membagi cahayanya
Emosi jiwa muda yang menggelora
Menghianati kesucian raga yang dipupuk sejak dari kandungan
Tangis terpecah membahana
Membangkitkan roh penyesalan yang terkubur dalam nasehat.
Cinta telah tercampakkan
Pengorbanan menjadi tak berarti
Hanya penyesalan yang tersisa
Serta luka batin yang tak terobati
By : Anita Pesik
Terbang di bawah awan kelabu
Sinar cinta ….
Sudah tak sanggup membagi cahayanya
Emosi jiwa muda yang menggelora
Menghianati kesucian raga yang dipupuk sejak dari kandungan
Tangis terpecah membahana
Membangkitkan roh penyesalan yang terkubur dalam nasehat.
Cinta telah tercampakkan
Pengorbanan menjadi tak berarti
Hanya penyesalan yang tersisa
Serta luka batin yang tak terobati
By : Anita Pesik
Rabu, 11 Maret 2009
Kisah Ini....
setelah jauh pergi
ada rasa yang tertinggal
dalam kenangan
yang menjadi bayang bayang kelabu
menyesali nasib
memandang waktu
memintanya kembali
tapi tak bisa ..
rindu ikut berduka
berdiam merenungi diri
dalam sepinya malam yang terasa panjang
Bertanya pada takdir
ini salah siapa ?
Kau dan aku
tak pernah menginginkannya
perpisahan yang terjadi
biarlah menjadi lembaran cerita sedih
yang akan dirobek
dan dibuang abunya di lautan luas
tapi kisah pertemuan kita
akan terkenang
terpatri abadi dihati...
menjadi lembaran lukisan mesra
yang terbingkai di dinding surga
By : Anita Pesik
ada rasa yang tertinggal
dalam kenangan
yang menjadi bayang bayang kelabu
menyesali nasib
memandang waktu
memintanya kembali
tapi tak bisa ..
rindu ikut berduka
berdiam merenungi diri
dalam sepinya malam yang terasa panjang
Bertanya pada takdir
ini salah siapa ?
Kau dan aku
tak pernah menginginkannya
perpisahan yang terjadi
biarlah menjadi lembaran cerita sedih
yang akan dirobek
dan dibuang abunya di lautan luas
tapi kisah pertemuan kita
akan terkenang
terpatri abadi dihati...
menjadi lembaran lukisan mesra
yang terbingkai di dinding surga
By : Anita Pesik
Untuk Ayah
Ayah..
lihat rindu ini merintih
Padamu
Yang jauh di sana...
Airmata
Selalu berusaha bertahan
Dalam jarak yang tak mau peduli
Kemana ku mengadu
Pada hati yang kian tersiksa
Karena rindu
Yang kian menumpuk
Ayah..
Bibir yang diam
Bukan berarti tak peduli
Suatu hari
Kau akan bahagia
Dan aku sedang mencari kebahagiaan itu
untukmu...
Ayah terbaik di dunia..!!!
I LOVE YOU PAPA...!!!
bY : Anita Pesik
lihat rindu ini merintih
Padamu
Yang jauh di sana...
Airmata
Selalu berusaha bertahan
Dalam jarak yang tak mau peduli
Kemana ku mengadu
Pada hati yang kian tersiksa
Karena rindu
Yang kian menumpuk
Ayah..
Bibir yang diam
Bukan berarti tak peduli
Suatu hari
Kau akan bahagia
Dan aku sedang mencari kebahagiaan itu
untukmu...
Ayah terbaik di dunia..!!!
I LOVE YOU PAPA...!!!
bY : Anita Pesik
Kamis, 05 Maret 2009
Aku Hanyalah Aku
Aku hanyalah aku
tanpa teman
tanpa sahabat
tanpa kawan bicara
aku hanyalah aku
berkelana melalangbuana
mencari jati diriku sendiri
diantara dunia yang semakin tak menentu
berjalan
berlari
berjalan lagi
berlari lagi
sampai langkah menyerah pada jalanan
sampai lutut bergetar menghantam tanah berpijak
diantara pasrah dan kerinduan
diantara hayalan dan kenyataan
nafas memburu
tenaga tak berdaya
hanya bisa katupkan telapak tangan
menaikkan doa pada yang kuasa
Bahwa tanpa TUHAN
Ternyata aku tetaplah aku
manusia lemah yang tak punya kekuatan apa apa
By : Anita Pesik
tanpa teman
tanpa sahabat
tanpa kawan bicara
aku hanyalah aku
berkelana melalangbuana
mencari jati diriku sendiri
diantara dunia yang semakin tak menentu
berjalan
berlari
berjalan lagi
berlari lagi
sampai langkah menyerah pada jalanan
sampai lutut bergetar menghantam tanah berpijak
diantara pasrah dan kerinduan
diantara hayalan dan kenyataan
nafas memburu
tenaga tak berdaya
hanya bisa katupkan telapak tangan
menaikkan doa pada yang kuasa
Bahwa tanpa TUHAN
Ternyata aku tetaplah aku
manusia lemah yang tak punya kekuatan apa apa
By : Anita Pesik
Rabu, 04 Maret 2009
Wajah
Wajah yang tertawa
Bukan arti dia bahagia
Kau hanya melihat wajah
Tapi tak pernah menyapanya
Ia memang begitu
Suka bersandiwara
Wajah suka sekali berdusta
Sebenarnya tak begitu
Tapi wajah terlalu takut berterus terang
Wajah terlalu transparan
Bila wajah terlihat murung
Tentu dunia ikut bersedih
Dan ..
Wajah akan bertanbah sedih ..
By : Anita Pesik
Bukan arti dia bahagia
Kau hanya melihat wajah
Tapi tak pernah menyapanya
Ia memang begitu
Suka bersandiwara
Wajah suka sekali berdusta
Sebenarnya tak begitu
Tapi wajah terlalu takut berterus terang
Wajah terlalu transparan
Bila wajah terlihat murung
Tentu dunia ikut bersedih
Dan ..
Wajah akan bertanbah sedih ..
By : Anita Pesik
Hanya Cerita
Aku bukanlah apa yang kau inginkan
Dan kau bukanlah apa yang aku inginkan
Ini hanya cerita
Antara pertemuan
Demi pertemuan
Antara kata dengan kata
Antara tindakan dengan tindakan
Bila cinta ada
Usirlah dia jauh jauh
Tak layak untuk kita berdua
Mengundangnya dengan paksa
Cinta ingin bahagia
Bukan menangis dan tersiksa dengan perih
Nafas masih terus bergulir
Alam masih terus ada
Kita yang harus berkelana
Mencari cinta yang sesungguhnya
By ; Anita Pesik
Dan kau bukanlah apa yang aku inginkan
Ini hanya cerita
Antara pertemuan
Demi pertemuan
Antara kata dengan kata
Antara tindakan dengan tindakan
Bila cinta ada
Usirlah dia jauh jauh
Tak layak untuk kita berdua
Mengundangnya dengan paksa
Cinta ingin bahagia
Bukan menangis dan tersiksa dengan perih
Nafas masih terus bergulir
Alam masih terus ada
Kita yang harus berkelana
Mencari cinta yang sesungguhnya
By ; Anita Pesik
Jumat, 13 Februari 2009
Cinta Yang Binggung
CINTA tak pernah salah
benarkah ???
Ketika Cinta bersemi
setiap insan memuja cinta
Menyanjung sampai ke langit ketujuh
Bahwa Cinta adalah hal termulia
Cinta tertawa bahagia
Cinta tak mengerti arti tangisan
Cinta buta terhadap Luka hati
Cinta Berjaya di atas segalanya
Cinta merasa seperti pemenang nomor satu di dunia
Tapi ketika cinta telah layu
Setiap insan mencemoohnya
Memaki dan berteriak sampai ke dasar laut
Bahwa cinta adalah dusta dan kemunafikan..
Cinta menangis
Cinta merangkak mencari penghiburan
Cinta berjalan tanpa tujuan
Cinta lelah mencari senyuman
Cinta tersesat
Akhirnya pulang dan mengali Kuburannya Sendiri...
Sebelum mati
Cinta masih sempat bertanya
Ini salah siapa ???
Semua diam membisu
Cinta pun kembali ke alamnya
Dengan seribu kenangan
yang menjadi sia sia..
By : Anita Pesik
benarkah ???
Ketika Cinta bersemi
setiap insan memuja cinta
Menyanjung sampai ke langit ketujuh
Bahwa Cinta adalah hal termulia
Cinta tertawa bahagia
Cinta tak mengerti arti tangisan
Cinta buta terhadap Luka hati
Cinta Berjaya di atas segalanya
Cinta merasa seperti pemenang nomor satu di dunia
Tapi ketika cinta telah layu
Setiap insan mencemoohnya
Memaki dan berteriak sampai ke dasar laut
Bahwa cinta adalah dusta dan kemunafikan..
Cinta menangis
Cinta merangkak mencari penghiburan
Cinta berjalan tanpa tujuan
Cinta lelah mencari senyuman
Cinta tersesat
Akhirnya pulang dan mengali Kuburannya Sendiri...
Sebelum mati
Cinta masih sempat bertanya
Ini salah siapa ???
Semua diam membisu
Cinta pun kembali ke alamnya
Dengan seribu kenangan
yang menjadi sia sia..
By : Anita Pesik
Dunia tak peduli
Dunia tertidur
Tak mau peduli pada perasaan yang merana
Hati terkoyak
memaki harapan yang tak pernah menjadi kenyataan
Dunia tetap tak peduli
Asa sudah mati
Tak beranjak dari tempat ia berlutut berdoa
Dimana kebahagiaan
sudah bosan kubertanya
Usia sudah semakin beranjak
Tubuh pun mulai keriput termakan penderitaan
Dunia tetaplah diam
Dunia hanyalah dunia
Kau yang menjalaninya
dan Ia tetap tak peduli
By : Anita Pesik
Tak mau peduli pada perasaan yang merana
Hati terkoyak
memaki harapan yang tak pernah menjadi kenyataan
Dunia tetap tak peduli
Asa sudah mati
Tak beranjak dari tempat ia berlutut berdoa
Dimana kebahagiaan
sudah bosan kubertanya
Usia sudah semakin beranjak
Tubuh pun mulai keriput termakan penderitaan
Dunia tetaplah diam
Dunia hanyalah dunia
Kau yang menjalaninya
dan Ia tetap tak peduli
By : Anita Pesik
Langganan:
Postingan (Atom)



